Istilah akuntansi lengkap - PANDUAN SUZUKI JIMNY KATANA & ADVENTURE

Jumat, 15 Desember 2017

Istilah akuntansi lengkap


  • Harta Lancar (Current Assets)
Penggolongan Harta/Aktiva disesuaikan dengan jangka waktu yang diperlukan oleh Harta yang bersangkutan untuk beralih kembali dalam bentuk uang. 
Harta Lancar terdiri atas :
a.      Kas dan Bank (Cash and Bank), yaitu jumlah uang yang tersedia dalam kas perusahaan maupun yang disimpan di bank.
b.      Surat Berharga (Marketable Securities), yaitu pemilihan surat – surat berharga yang bersifat sementara, yang sewaktu – waktu dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan kas perusahaan.
c.      Wesel Tagih (Notes Receivable), yaitu janji atau pernyataan tertulis seseorang (Langganan atau relasi lain) kepada perusahaan berupa kesanggupan untuk membayar pada saat tertentu. Wesel ini bisa dipindahtangankan, diperjualkan ataupun dijaminkan kepada pihak lain untuk mengisi atau menambah kas perusahaan.
d.      Piutang Dagang (Accounts Receivable), yaitu suatu tagihan kepada pihak lain (langganan) karena adanya transaksi penjualan barang barang atau jasa secara kredit. Piutang lainnya, missal Piutang Pegawai yang terjadi karena adanya pinjaman para pegawai kepada perusahaan.
e.      Perlengkapan (Supplies), yaitu persediaan yang melengkapi kebutuhan dalam dalam kegiatan perusahaan, yang sifatnya habis dipakai dalam suatu kegiatan. Misalnya : Perlengkapan Kantor seperti Kertas, Karbon, materai dan lain – lain. Perlengkapan kendaraan seperti oli, bensin dsb.
f.       Biaya dibayar di muka (Prepaid Expence), yaitu jumlah biaya yang dibayar lebih dahulu untuk keperluan tertentu, yang faedahnya dapat diterima dalam periode pembukuan yang bersangkutan. Contoh : Biaya Dibayar Di Muka.
a)      Asuransi Dibayar di Muka, adalah premi asuransi yang dibayar terlebih dahulu (di muka) untuk jangka waktu tertentu.
Bagian premi yang telah dijalani (expired) dicatat sebagai Biaya Asuransi (Insurance Expence), sedangkan yang belum dijalani (unexpired) dicatat dalam Neraca sebagai hak, yaitu harta perusahaan, dicatat sebagai Asuransi Dibayar di Muka (Prepared Insurence).
b)      Sewa Dibayar di Muka, adalah sewa yang dibayar terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu.
Bagian yang sudah dijalani / terpakai dicatat sebagai Biaya Sewa (Rent Expence), sedangkan yang belum dijalani dicatat di Neraca, sebagai Sewa Dibayar di Muka (Prepaid Rent)
Bagi yang berjangka waktu satu tahun atau kurang, harta itu dikelompokkan sebagai “Harta Lancar” (Current Assets).
  • Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment) 
adalah Investasi jangka panjang meliputi investasi dalam bentuk saham atau obligasi dari perusahaan lain, obligasi pemerintah atau jenis harta lainnya yang tidak digunakan oleh perusahaan dalam tindakan-tindakan usaha yang dilakukan oleh perusahaan.
  • Harta Tetap (Fixed Assets/ Plant and Equipment)
Yaitu harta berwujud yang digunakan perusahaan dalam kegiatannya, yang bersifat permanen dan tidak untuk diperdagangkan. Harta tersebut kecuali Tanah (Land). Dari waktu ke waktu nilainya semakin berkurang sesuai umur ekonomi dan teknisnya.
Dari waktu ke waktu nilainya semakin berkurang sesuai umur ekonomi dan teknisnya. Karena nilainya berkurang, maka dalam neraca pada akhir periode akuntansi harta tersebut harus dikurangi penyusutan atau depresiasi (Depreciation). Contoh harta tetap : Peralatan (Equipment), Gedung (Building) dan Tanah (Land).
  • Harta Tidak Berwujud (Intangible Assets)
Yaitu suatu harta yang mengungkapkan hak hokum dalam jangka waktu panjang, sifatnya tidak berwujud. Contohnya : Hak Paten (Patent), Hak Cipta (Copy Right), Merk Dagang (Trade Mark), dan Good will.
  • Hutang Lancar (Current Liabilities)
adalah hutang – hutang jangka pendek, yaitu kurang dari satu tahun, yang harus dibayar menggunakan harta lancar.yang harus dibayar menggunakan harta lancar. Hutang lancar antara lain :
a.      Wesel Bayar (Notes Payable), yaitu hutang wesel, berupa surat janji membayar dari perusahaan kepada pihak lain karena pembelian barang/jasa maupun kepada pihak Bank maupun Kreditor dimana perusahaan meminjam uang.
b.      Hutang Dagang (Accounts Payable), yaitu hutang yang timbul karena transaksi berupa pembelian barang dan jasa secara kredit.
c.      Hutang Bank (Bank Payable), yaitu kewajiban jangka pendek perusahaan kepada Bank. Misalnya pinjaman jangka pendek ataupun angsuran hutang dan bunga.
d.      Hutang Pajak (Tax Payable), yaitu kewajiban setoran pajak dari perusahaan ke kas Negara atau Daerah.
e.      Hutang Gaji (Salaries Payable), yaitu kewajiban pembayaran gaji yang seharusnya sudah diselesaikan pada periode yang berjalan, tetapi ternyata pada akhir periode belum dibayar.
  • Hutang Jangka Panjang(Long-Term Liabilities), 
adalah kewajiban perusahaan yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Hutang jangka panjang ini antara lain:
a.      Hutang Hipotek (Mortgage Payable), yaitu kewajiban perusahaan kepada kreditor dengan jaminan hipotek. Hutang hipotek terjadi karena perusahaan meminjam uang dengan anggunan/ harta tidak bergerak dan dihipotekkan.bila perusahaan tidak dapat membayar pada waktunya, kreditor berhak untuk melakukan penjualan lelang harta yang dihipotekkan melalui pengadilan setempat.
b.      Hutang Obligasi (Bonds Payable), yaitu hutang yang terjadi karena perusahaan mengeluarkan surat obligasi (pengakuan hutang jangka panjang). Pelunasan hutang obligasi dapat dilakukan pada saat jatuh temponya secara sekaligus atau secara bertahap melalui penarikan obligasi tertentu.
  • Ekuitas Pemegang Saham (Stockholders Equity)
Adalah “utang” perseroan kepada pemegang saham. 
Oleh karena itu, ekuitas pemegang saham dapat juga dipandang sebagai gambaran hubungan yuridis antar perseroan dengan pemegang saham.
Ekuitas pemegang saham menunjukkan:
1.Jumlah kontribusi dari pemegang saham
2.Bagian yang dihasilkan dan yang ditahan oleh perusahaan

  • Pengertian Jurnal penutup adalah jurnal akuntansi harus dibuat untuk menjadikan rekening akun akun sementara (temporer) menjadi bersaldo NOL (0) pada akhir periode akuntansi. 
Atau dalam bahasa yang lebih sederhana, Jurnal Penutup merupakan ayat jurnal yang perlu dibuat pada akhir periode untuk menutup rekening akun nominal (sementara).
Dan memiliki fungsi, yaitu :
1. Agar dapat memisahkan antara pendapatan dan biaya periode sekarang dengan periode yang akan datang.
2. Agar rekening modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode akuntansi
3. Agar buku besar telah seimbang sebelum memulai kembali pencatatan pada periode berikutnya.
Dan setelah membuat jurnal penutup, tahap selanjutnya ialah menyusun neraca saldo setelah penutupan (post clossing trial balance). 
Tujuannya untuk memastikan bahwa buku besar telah seimbang sebelum memenuhi pencatatan periode berikutnya. 
Neraca saldo setelah penutupan hanya akan terdiri dari perkiraan neraca saja (aktiva, kewajiban dan modal). 
Perkiraan perkiraan sementara (pendapatan, beban dan prive) telah ditutup dan bersaldo nol.
Neraca saldo setelah penutupan dapat dibuat dengan mengambil saldo-saldo perkiraan di buku besar setelah ayat jurnal penutup dibukukan. 
Saldo-saldo tadi dapat diambil dari kolom neraca di kertas kerja.
  • Ayat jurnal balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode berdasarkan jurnal penyesuaian periode sebelumnya. 
Adapun Fungsi Jurnal Pembalik atau tujuan dibuat jurnal pembalik antara lain untuk:
1. Mempermudah pencatatan transaksi pada awal periode akuntansi yang baru, terutama yang berhubungan dengan ayat jurnal penyesuaian
2. Menyederhanakan penyusunan jurnal pada periode akuntansi berikutnya. jurnal pembalik dapat memberikan manfaat bila perusahaan membuat ayat jurnal yang jumlahnya banyak
3. Meminimalisir kesalahan atau kekeliruan yang mungkin bisa terjadi, seperti menghindari pengakuan biaya atau pendapatan yang double karena penyusunan ayat jurnal penyesuaian. 
untuk transaksi yang akrual dan transaksi yang deferral tertentu.

Jika anda menyukai artikel ini silahkan share, like dan jangan lupa Subscribe youtube channel kami dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar